06# A Philosophical Journey Begins (Langkah Awal)

Illustrasi Ai : Agorakita.com

Sebelumnya : 05# The Beginning of Human Philosophy : Sat-Set Bahas Thaumazein dan Thaumasia

Halo semuanya! Kali ini saya mau ngajak kalian buat ngobrolin tentang filsafat. Beberapa waktu lalu, kita udah sempet bahas Yunani dan filsafat secara singkat. Nah, kali ini kita bakal mulai langkah awal buat beneran kenal sama filsafat.

Apa Itu Filsafat?

Pertama-tama, kita harus tahu dulu nih, apa sih filsafat itu? Sebenernya, kata "filsafat" itu berasal dari bahasa Arab, yaitu falsafah, yang diambil dari bahasa Yunani, yaitu philosophia atau philosophos.

Menurut beberapa literatur, salah satunya The Lives and Opinions of Eminent Philosophers karya Diogenes Laertius, kata philosophos pertama kali diperkenalkan oleh Pythagoras. Nah, temen-temen pasti pernah denger kan rumus Pythagoras? Yap, dia adalah seorang filsuf yang terkenal banget dalam dunia matematika. Pythagoras sendiri menyebut dirinya sebagai philosophos, atau kalau kita biasa nyebutnya filsuf.

Kata philosophia ini sebenernya terdiri dari dua bagian: philo yang berarti "cinta" atau "kegemaran," dan sophia yang bermakna "kebijaksanaan" atau "pengetahuan." Jadi, kalau digabung, philosophia bisa diartikan sebagai "orang yang cinta akan kebijaksanaan" atau "orang yang gemar mencari pengetahuan."

Pythagoras sendiri bilang bahwa dia bukan sophos (orang bijak), tapi philosophos (pecinta kebijaksanaan). Aristoteles juga pernah jelasin tentang filsafat dalam bukunya Metafisika. Dia mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang universal, yang mencakup berbagai bidang seperti metafisika, etika, logika, dan ilmu alam. Aristoteles juga bilang kalau filsafat itu adalah ilmu yang mempelajari penyebab pertama dan prinsip dasar dari segala sesuatu.

Bisa dibilang, filsafat adalah usaha buat nyari kebenaran yang lebih mendalam. Filsuf itu sering disebut sebagai pencari pengetahuan, kaum intelektual. Tapi sebenernya, semua manusia itu pasti berfilsafat, karena kita selalu berusaha nyari jawaban buat berbagai persoalan hidup. Jadi, bisa dibilang filsafat itu kebiasaan alami kita sebagai manusia buat selalu berpikir.

Sejarah mencatat bahwa filsafat berlandaskan rasionalitas, atau kebenaran yang bisa dijelaskan secara logis dan bisa dibuktikan secara empiris atau ilmiah. Jadi, ada mekanisme tertentu dalam mendapatkan kebenaran ini. Selain itu, manusia emang punya rasa penasaran yang besar, selalu ingin tahu tentang misteri dunia. Makanya, filsafat nggak akan pernah berhenti berkembang.

Filsafat dari Masa ke Masa

Filsafat itu terus berkembang dari waktu ke waktu. Mungkin awalnya sederhana, tapi seiring waktu filsafat semakin bercabang dan kompleks. Untuk memudahkan pemahaman, kita bisa bagi filsafat ke dalam tiga periode besar:

  1. Masa Filsuf Alam (Phusikoi)
  2. Masa Socrates dan Kaum Sofis
  3. Masa Plato dan Aristoteles (Masa Klasik)

1. Masa Filsuf Alam (Phusikoi)

Masa ini diisi oleh para pemikir awal yang fokusnya lebih ke alam dan asal-usul semesta. Mereka berusaha menjelaskan fenomena alam tanpa mengaitkannya dengan mitos, tapi lebih ke pemikiran yang rasional. Biasanya, filsuf-filsuf di era ini disebut juga sebagai filsuf Pra-Socrates. Salah satu yang paling terkenal dari masa ini adalah Thales, yang dikenal dengan teorinya bahwa segala sesuatu berasal dari air.

2. Masa Socrates dan Kaum Sofis

Masa ini nggak kalah penting. Socrates membawa filsafat ke ranah etika dan mempertanyakan norma sosial yang ada di Athena. Dia mengajarkan metode berpikir kritis dan bertanya terhadap segala sesuatu. Nggak heran kalau pemikirannya banyak membawa perubahan besar dalam masyarakat Yunani saat itu.

Di masa ini, kita juga bakal ketemu dengan kaum Sofis. Mereka adalah guru-guru retorika yang sering berkeliling dan mengajarkan keterampilan berbicara. Bedanya, mereka lebih fokus pada cara memenangkan argumen daripada mencari kebenaran. Nah, Socrates dan murid-muridnya menentang cara berpikir kaum Sofis ini. Di masa ini, kita akan mengenal lebih dalam sosok Socrates dan perbedaan pemikirannya dengan kaum Sofis.

3. Masa Plato dan Aristoteles (Masa Klasik)

Plato dan Aristoteles adalah dua murid Socrates yang pemikirannya sangat berpengaruh, bahkan sampai zaman modern. Mereka berdua membentuk dasar bagi dua aliran besar dalam filsafat, yaitu rasionalisme (Plato) dan empirisme (Aristoteles). Rasionalisme lebih menekankan bahwa pengetahuan didapat dari akal, sementara empirisme percaya bahwa pengetahuan datang dari pengalaman dan pengamatan.

Di masa ini, kita akan mengenal lebih dalam dua tokoh besar ini: Plato dan Aristoteles.

Penutup

Itulah gambaran awal tentang filsafat dan pembagian masa-masanya. Mudah-mudahan ini bisa memberikan gambaran sederhana buat temen-temen yang baru mulai belajar filsafat. Tentunya, masih banyak pandangan lain tentang filsafat yang bisa kita eksplor lebih jauh. Kalau kalian tertarik, bisa baca buku-buku seperti Sejarah Filsafat Barat karya Bertrand Russell atau karya Antony Kenny.

Filsafat itu perjalanan panjang yang nggak ada habisnya, dan saya rasa penting buat kita semua untuk mengenal dan memahami dasar-dasarnya. Semoga tulisan ini bermanfaat! Terima kasih udah membaca!

Post a Comment

0 Comments